Ya ampyuunn,, udh lama bner gw ga posting! Gw sibuk persiapan UN soalnya.. Alhamdulillah, gw lulus loohh... dan gw udh dpt beasiswa di Trisakti. Hahaha! Udah ah narsisnya.
Off to the main topic. I wanna talking about human's destiny and arrogancy..
Pernah ga sih terpikir sama lw saat lw lg membanggakan diri lw sendiri bahwa kita awalnya cuma setetes sperma yang berhasil memenangkan lomba adu kekuatan dgn brjuta sperma lainnya?
Ato sadar ga sih sbtulnya qta yg udah berhasil nembus rahim ibu kita sndiri sbtulnya gak bisa memilih dari rahim siapa kita akan lahir?
Merenungi hal ini sering membuat malu diri gw sndiri. Knp? Soalnya gw, ato bahkan qta yg skrng udah berhasil nongol ke dunia ini dan menjelma jadi sesosok manusia, yg kadang ato bahkan sering melakukan hal yg zalim. E.g. : menyombongkan diri, egois, pendendam, suka sirik, dll.
Kita harus sadar, bahwa saat qta lahir, qta bahkan gak punya kemampuan untuk memilih. Ada diantara (saudara") qta yg ketika lahir udah bergelimang kekayaan, hidup sudah berkecukupan dan dicintai oleh sanak keluarga. Gue yakin, banyak diantara kita termasuk dalam kategori ini. Ada jg yg ktika lahir sudah ditetapkan untuk menjadi raja selanjutnya, meneruskan takhta sang ayahanda. Tapi, ada juga yg terlahir dari keluarga yang sungguh melarat, gak jarang asi sang ibu kering kerontang gak mampu untuk menyusui anaknya. Tidak lupa, pasti ada juga yang terlahir dari perut se-org PSK...
Kita yang terpilih, memang gak punya kemampuan untuk memilih... tapi, apa kita masih gak bisa juga untuk tetap bersyukur sama Tuhan dan tetap berjuang untuk kehidupan berikutnya?
Gak peduli lahir dari rahim siapa,, yg jelas kehidupan yang selanjutnya harus tetap qta yang menjalani dgn pnuh prjuangan dan tentunya dengan penuh rasa syukur...
Smoga brmanfaat bwt gw sndiri dn kita smua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar